Akibat Cedera, Henderson Tak Ikut Piala Eropa

Keadaan cedera yang dialami oleh pemain Liverpool, Jordan Henderson nampaknya cukup serius. Bagian pangkal paha yang terasa sakit sepertinya akan membutuhkan operasi. Jika itu memang terjadi maka kemungkinan besar Henderson membutuhkan waktu istirahat yang cukup panjang, minimal 12 pekan yang memungkinkan bagi dirinya untuk bisa pulih kembali seperti sedia kala. Adapun setellah 12 pekan harus dilatih kembali dengan beban latihan yang ringan terlebih dahulu untuk kemudian ditingkatkan dan terus ditingkatkan lagi.

Jordan Henderson Bakal Absen Piala Eropa

Istirahat karena harus pemulihan salama 12 pekan sepertinya akan menjadi momen yang paling tidak enak untuk Henderson. Pasalnya dia harus absen dari Piala Eropa yang merupakan ajang bergengsi yang bisa menjadi salah satu penentuk performa karirnya. Diperkirakan selama 3 bulan ke depan Henderson tidak akan bisa melakukan pertandingan dan berlaga untuk membela timnya game slot pulsa di dalam berbagai pertandingan hingga musim berakhir. Yang paling membuat pemain ini merasa kehilangan adalah kesempatan untuk berlaga di skuad Inggris pada Piala Eropa.

Penyelenggaraan Piala Eropa 2020 akan berlangsung pada 11 Juni hingga 11 Juli yang akan datang. Meskipun nantinya proses penyembuhan bagi Jordan Henderson bisa lebih cepat dari yang sudah diperkirakan, akan tetapi Henderson akan membutuhkan adaptasi kembali dan penyeimbangan kondisi untuk bisa mencapai keadaan yang 100 persen dirinya seperti sebelum mengalami cedera. Untuk bisa mencapai hal itu maka dibutuhkan waktu yang cukup lama dan memungkinkan Henderson untuk absen saja di dalam Piala Eropa.

Selain harus adaptasi, Henderson pun harus mengikuti persaingan dengan pemain pemain lain yang juga ingin memperkuat skuad Three Lions di dalam Piala Eropa. Ini bukan hal mudah yang bisa dilakukan oleh pemain yang baru sembuh dari cedera nantinya. jika melihat pemain yang lain, tentu membutuhkan waktu yang lebih lama lagi dan harus merelakan beberapa pertandingan dan laga yang tidak diikuti demi mendapatkan performa yang lebih baik apalagi jika cederanya termasuk ke dalam kategori yang cukup parah.

Henderseon Jadi Pemain Lain yang Cedera

Di dalam tubuh klub besar Liverpool sudah ada banyak pemain yang mengalami cedera. Kali ini dialami sendiri oleh kapten Jordan Henderson. Di musim ini, pemain Liverpool mengalami cedera dengan jumlah yang cukup banyak. dimulai dengan cedera Virigl van Dijk, kemudian cedera dialami oleh pemain Joe Gomez, lalu ada lagi Joel Matip yang harus beristirahat dan melakukan terapi karena cedera yang dialami cukup parah. Ketika Henderson mengalami cedera juga maka Liverpool seakan akan sedang kehilangan performa terbaiknya di musim ini.

Pada permainan biasa, Henderson sebagai kapten biasanya menjadi pengatur permainan yang seringkali dijadikan bek di bagian belakang dan bek bagian tengah. Karena pemain di klub Liverpool terbatas. Maka peran ini belum ada penggantinya sama sekali. Pengatur ritme permainan cukup sulit untuk ditemukan dan cukup sulit untuk tahu siapa yang paling pas untuk melakukannya. Dengan keadaan seperti ini tak anyal jika dalam pertandingan beberapa kali terakhir Liverpool mengalami kekalahan dan ketidak beruntungan.

Akibat performa yang maksimal, di akhir musim ini Liverpool sepertinya akan minim gelar dan tidak berhasil membawa trofi Liga Inggris. Jordan Henderson memang belum divonis mendapatkan skor atau masa istirahat akibat pandemi, tapi berdasarkan komposisi pemain yang kurang memuaskan dan perasaan pesimis dari pemainnya otomatis Liverpool pun tidak akan banyak menggangu dan banyak menyerah. Kekuatan bertahan bisa menjadi salah satu alternatif.

Atletico Madrid Kalah di Babak 16 Besar Liga Champions

Kekalahan Atletico Madrid menghadapi Chelsea pada ajang Liga Champions sepertinya menjadi beban tersendiri untuk klub. Meskipun strategi yang digunakan mendominasi untuk pertahanan tetapi tetap saja Chelsea berhasil mengalahkan Atletico dengan skor yang sangat tipis, 1 – 0. Pertandingan ini dilaksanakan di Stadion Arena Nationala, Bukares, Rumania. Pertandingan ini sontak menjadi pertandingan yang harus banyak dievaluasi termasuk untuk pelatih yang memiliki banyak PR untuk pertandingan berikutnya.

Atletico Madrid Sudah Terapkan Ultra Pertahanan

Skor 0 -1 untuk kekalahan Atletico menjadi beban tersendiri bagi Dieog Simeone. Dalam perencanaannya, dia sudah menurunkan strategi 3 – 4 – 2 -1, namun saat pertandingan terus berjalan dan melihat sisi pertahanan kewalahan maka strategi pun kemudian diubah menjadi 6 – 3 – 1. Dengan kondisi pertahanan yang dijaga 6 pemain tentu akan merepotkan Chelsea. Strategi ini pun bertahan hingga babak pertama berakhir tanpa goal diantara dua tim. Sepertinya, Simeone berhasil untuk menerapkan strategi seperti ini di dalam pertandingan melawan klub raksasa.

Bisa dikatakan, sistem parker bus sudah diterapkan oleh Simeone pada laga Atletico Madrid melawan Chelsea. Simeone situs pragmatic paling gacor hanya menempatkan Luis Suarez di depan sendirian dan tiga pemain gelandang di depan pemain bertahan. Sedangkan pemain bertahan yang menjadi dinding sebelum gawang berjumlah banyak, yaitu enam orang bek untuk menjaga pertahanan dari serangan serangan lawan yang dikenal mematikan. Terbukti, ini mampu meredam penyerangan yang dilakukan oleh musuh dan mampu membuat Chelsea kelelahan

Berbagai serangan dilakukan oleh Chelsea namun belum juga bisa menghancurkan pertahanan yang dibuat oleh tim Atletico. Sepertinya ini akan membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa tercipta goal. Apalagi Atletico madrid sepertinya tidak berniat untuk menyerang dan menunggu keajaiban saja untuk bisa mendapatkan goal dari seorang pemain seperti luis suarez di depan tanpa ada teman untuk melakukan penyerangan. Strategi semacam ini banyak yang menyayangkan tapi Simeone tampaknya berpikir ini adalah jalan terbaik.

Chelsea Berhasil Taklukan Atletico Madrid

Meskipun ultra pertahanan terus diterapkan di babak kedua, akan tetapi Giroud berhasil mendapatkan kesempatan untuk menciptakan goal. Ada peluang melalui bola liar yang ada di udara, kesempatan ini digunakan oleh pemain yang berasal dari Perancis tersebut untuk melompat. Tak hanya melompat, dirinya melakukan saldo dan menjadikan bola meluncur ke bagian pojok kanan gawang. Jan Oblak sepertinya tidak siap sehingga dirinya tak mampu menahan arah bola dan goal pun tercipta dengan sangat cantik.

Ada keraguan dari pihak wasit dan menyangkan bahwa itu adalah bola offside. VAR dicek dan diperiksa dengan teliti bagaimana posisi Giroud saat melakukan salto. Ternyata dengan memeriksa VAR, goal yang diciptakan oleh Giroud adalah bola onside dan goal pun tercipta secara legar. Satu skor untuk Chelsea di papan skor. Atletico mulai merasa gemetar dan mencoba untuk melakukan penyerangan untuk mampu menyamakan kedudukan di dalam pertandingan ini.

Tidak ada goal lagi yang tercipta baik dari tim Chelsea maupun dari tim Atletico madrid. Dengan hasil 1 – 0 untuk kemenangan Chelsea, dan untuk kekalahan Atletico maka di leg kedua nanti tidak ada harapan lagi untuk tim Luis Suarez dan kawan kawan untuk masuk ke perempat final. Ini karena leg kedua akan menjadikan Chelsea sebagai tuan rumah. Rencananya, leg kedua akan dilaksanakan pada tanggal 17 Maret mendatang. Chelsea sepertinya akan menjalani pertandingan mulus karena memiliki modal kemenangan juga goal tandang dengan poin penuh.

Rayakan 12 Tahun Rivalitas Ronaldo vs Messi

Rivalitas Cristiano Ronaldo vs Lionel Messi telah berjalan lama, ya, ternyata. Ternyata sudah 12 tahun kedua pemain tersebut untuk kali pertamanya bertemu. Ronaldo dan Messi pertama kalinya bertemu sebagai lawan di saat Manchester United vs Barcelona berduel tepatnya di leg pertama semifinal Liga Champions di Camp Nou. Saat itu tertanggal 23 April 2008 malam waktu setempat atau 24 April dini hari.

Rivalitas Ronaldo dan Messi Sudah Berjalan 12 Tahun

Saat pertandingan tersebut berjalan, Ronaldo masih memperkuat Manchester United sedangkan Messi mulai menjadi andalan terkuat Barcelona setelah megabintang Ronaldinho menjalani musim terakhirnya bersama dengan Blaugrana.

Messi sendiri bermain selama 62 menit sebelum akhirnya ia digantikan dengan Bojan Krkic. Sementara itu Ronaldo bermain penuh saat pertandingan duel itu. CR7 pasalnya membuang peluang emasnya setelah gagal mengeksekusi penalti ketika laga baru berjalan 3 menit saja. Pertandingan berakhir imbang tanpa adanya satu pun gold an MU kemudian dinyatakan lolos ke final Liga Champions setelah menang 1-0 di leg kedua.

Sejak laga itu, total Ronaldo dan Messi bertemu sudah 35 kali di level klub dan tim nasional. Messi sendiri sudah berhasil meraih 16 kemenangan dan berhasil mencetak 22 gol, unggul atas Ronaldo yang mana mengoleksi 10 kemenangan dengan 19 buah gol.

Satu-satunya pertemuan Ronaldo vs Messi ketika mengenakan seragam timnas Portugal dan Argentina terjadi pada tanggal 18 November 2014 di Stadion Old Trafford. Saat itu Portugal menang dengan skor 1-0 lewat gol telat yang disumbangkan oleh Raphael Guerreiro. Terakhir duel Ronaldo vs Messi terjadi ketika El Clasico di Camp Nou pada tanggal 6 Mei 2018. Ronaldo dan Messi sama-sama mencetak gol di laga ini. Dan pertandingan antara Madrid vs Barcelona berakhir dengan skor imbang, 2-2. Dan setelah 2018 itu, belum ada lagi pertemuan Messi dan Ronaldo setelah CR7 memutuskan untuk hijrah ke Juventus.

Ronaldo dan Messi dianggap sebagai rivalitas paling hebat sepanjang sejarah sepak bola dunia. Dan sudah lebih satu dekade terakhir kedua mega bintang sepak bola itu mendominasi penghargaan Ballon d’Or.

Ronaldo vs Messi: Dua Sosok yang Selalu dibanding-bandingkan

Kedua pesepak bola ini memang sudah sering dibanding-bandingkan. Perdebatan antara siapa yang lebih baik antara keduanya masih berlangsung dan tak akan ada habisnya. Keduanya juga sangat fenomenal dan memiliki segudang bakat dan prestasi. Akan tetapi, jika para legenda sepak bola ditanyi soal siapakah sosok pemain bola yang dipilihnya, bagaimana jadinya?

Legenda sepak bola asal Brazil, Pele, memilih Cristiano Ronaldo dibanding Messi sebagai jagoannya. “Pemain togel sgp terbaik di dunia saat ini adalah Cristiano Ronaldo. Saya beranggapan dial ah yang terbaik. Tentu saja kita tak bisa melupakan Messi. Namun ia bukan seorang striker,” itu lah alasan Pele.

Lain halnya dengan Pele, legenda sepak bola asal Argentina, Maradona, lebih memilih Messi. Pemain yang sama-sama berasal dari Argentina ini berpendapat bahwa Messi tak pernah bermain dengan jelek. “Saya tak pernah lihat Messi bermain jelek. Saya lebih memilih Messi… meski demikiaan, Ronaldo adalah pemain berbahaya. Sejarah sepak bola akan terus mengingat Messi,” ucapnya.

David Beckham, pemain bola dari Inggris, lebih memilih Messi. Sedangkan Zinedine Zidane lebih memilih Ronaldo. Pemain Ronaldo Nazario mengucapkan bahwa ia lebih memilih Messi. Jadi, siapa kah yang lebih anda jagokan?

Winger Muda Milik MU diberitakan Ingin Hijrah ke Juventus

Winger muda milik Manchester United, Tahith Cong, disebut-sebut ingin hijarah ke Juventus dengan status bebas transfer. Dikutip dari CNN Indonesia, sebuah media Italia mengklaim bahwa pemain 19 tahun tersebut menolak untuk memperpanjang kontraknya di klub The Red Devils. Sedangkan kontrak pemain muda di MU itu sampai dengan Juni 2020.

Chong diberitakan Ingin Hijrah ke Juventus

Menanggapi pemberitaan yang beredar di luar, pihak MU sendiri pasalnya berusaha dengan sekuat tenaga mereka untuk menawarkan perpanjangan kontrak dengan pemainnya tersebut. walaupun demikian, Chong disebut-sebut sudah berkomitmen dengan pihak kulb bahwa ia tidak akan memperpanjang kontrak dan tetap ingin memulai tantangan baru di klub lainnya.

Manajer The Red Devils, Ole Gunnar Solskjaer, pernah memainkan Chong pada skuat utama Liga Inggris. Totalnya sudah 4 kali dirinya dimainkan pada musim ini. terakhir kali ia dimainkan oleh sang manajer adalah saat MU dikalahkan oleh Newscastle United dengan skor 0-1 pada laga yang digelar tanggal 6 Oktober 2019. Chong didatangkan oleh klub raksasa Inggris itu dari Feyenoord tahun 2016.

Diberitakan bahwa Chong ingin mengikuti jejak seniornya yaitu Paul Pogba untuk bisa mengasah kemampuannya di Juventus. Setan Merah pasalnya pernah kehilangan Pogba yang pergi meninggalkan tim junior klub itu dengan status bebas transfer ke klub Si Nyonya Tua pada tahun 2016 lalu.

Pogba kemudian bersinar di sana sehingga membuat MU kepincut untuk membelinya lagi. Hasilnya? The Red Devils sampai harus menggelontorkan uang sebanyak 89 juta Poundsterling demi untuk mendatangkan gelandang timnas Perancis yang cemerlang itu.

Namun demikian, keputusan MU tersebut akhrirnya menuai kritik tajam dari para fansnya karena performa Pabga di klub tersebut dinilai tidak lah sepadan dengan harganya yang dinilia terlalu mahal.

Juventus sendiri memang dikenal dengan klub yang lebih banyak membeli pemain-pemain bintang dengan status bebas transfer togel singapore 2020 atau gratisan saja. Selain Pogba, misalnya ada nama lainnya yang berhasil dimasukkan ke Juventus dengan status gratisan ini. sebut saja Aaron Ramsey, Dani Alves, dan Sami Khedira.

MU Akan ditinggal Pogba dan Chong?

Setelah berita bahwa Chong ingin hijrah ke Juventus seperti Pogba yang sempat mendapatkan status bebas transfer ke Juventus dan bersinar di sana, MU sekarang menghadapi kenyataan bahwa mereka akan ditinggalkan oleh Pogba. Kehadiran Pogba di MU hanya sampai bulan Desember saja dan disebut-sebut tidak akan memperpanjang masa baktinya di The Red Devils.

Hal ini disebabkan karena cedera kaki yang dialaminya. Pogba sendiri telah melewatkan 8 dari 10 laga terakhir yang dijalani oleh MU. Pemain yang berasal dari Perancis tersebut terakhir kali tampil ketika MU bermain imbang dengan Arsenal dengan skor 1-1 di akhir bulan September kemarin.

Cedera yang dialami oleh mantan pemain cemerlang milik Juventus itu dialaminya pertama kali pada musim ini di laga MU melawan Southampton Agustus lalu. cedera yang dialaminya sempat membaik, dan ia sempat mengisi lini tengah MU dalam laga melawan Rochdale dan juga Arsenal. Kemudian Pogba tak pernah lagi masuk ke dalam susunan daftar pemain pilihan Solskjaer.

Dikutip dari CNN Indonesia, baru-baru ini Pogba kembali lagi menjalani pemulihan cederanya di Dubai. Dan terlihat kaki kanannya masih memakai bantuan gips.

Jika Pogba memang tak akan bertahan di MU, dan Chong lebih memilih hijrah ke Juventus dengan status bebas transfer, bagaimana dengan MU?

Pelajaran Penting Untuk Gareth Bale

Ajang sepak bola dunia mempertemukan duel antara Real Madrid dengan Arsenal. Kedua tim sepak bola ini merupakan tim kuat hingga untuk mengakhiri permainan, mereka harus adu penalti untuk menentukan pemenangnya. Menariknya, ada hal berbeda dan sangat penting yang menjadi pelajaran bagi Gareth Bale.

Jalannya Pertandingan

Pertandingan Real Madrid versus Arsenal diadakan pada hari rabu, 24 Juli 2019. Bertempat di FedEx Field, International Champions Cup 2019. Kedua tim tersebut bermain seri dengan perolehan skor 2 – 2 pada waktu normal. Kemudian terjadilah adu penalti dan dimenangkan oleh tim Real Madrid.

Walaupun bermain pada musim pertandingan sepak bola pramusim, kedua tim tangguh ini menyuguhkan keseriusannya dalam menunjukkan tim mana yang paling kuat serta tangguh. Tim Real Madrid sendiri, terdapat Eden Hazard, Karim Benzema, serta Luka Jovic dalam posisi serang.Sedangkan, sebagai kapten untuk menjaga pilar pertahanan ada Sergio Ramos.

Untuk kubu lawan yakni Arsenal, mereka menghadirkan pula pemain – pemain terbaiknya. Pada lini depan terdapat Pierre EmericAubameyang serta AlexandreLacazette. Dua pemain tersebut mampu menjadi bahan pertimbangan bagi pertahanan tim Los Bancos. Hal ini dibuktikan dengan gol yang diciptakan oleh Lacazette di menit ke sepuluh.Lalu pada menit ke 24 ada Aubameyang yang juga mampu membobol kembali gawang Real Madrid.

Tim Real Madrid sebagai tim yang juga memiliki semangat tinggi tidak ingin menyerah kalah begitu saja, akhirnya pada menit ke 57 mampu membalas gol lewat Gareth Bale dan disusul Marco Asensio mencetak gol di menit ke 59. Sampai pada akhir pertandingan terjadilah adu penalti yang dimenangkan oleh anak asuhan ZinedineZidane.

Adanya Permainan Kuat antara Laca dengan Auba

Apabila dilihat secara menyeluruh, maka aspek yang paling menyenangkan tentu pada musim awal Unai Emery Arsenal. Cara yang baik di mana sang pelatih Spanyol tersebut dapat memperoleh paling baik dari Lacazette serta Pierre EmericAubameyang. Sang pelatih, Emery menemukan sebuah formasi yang bagus dan tepat agar kedua pemain Arsenal itu dapat bermain bersama dan menciptakan gol kemenangan bagi Arsenal.

Sebenarnya terdapat rasa khawatir pada diri Emery ketika akan menggunakan formasi 4-2-3-1. Rasa khawatir itu merupakan persoalan potensi hilangnya ancaman serangan dari Aubameyang serta Lacazette.Akan tetapi, hingga saat ini di pertandingan pramusim mereka berdua berhasil menghilangkan rasa takut bagi Emery.Untuk Aubameyang dapat bermain melebar pada sisi kanan dan juga sewaktu waktu dapat pula berada di posisi tengah penyerangan pada momen yang krusial.

Hal ini terbukti pada permainannya ketika menghadapi Real Madrid. Kedua pemain penyerang anak asuhan Emery mampu menjadi ancaman yang berarti bagi tim lawan terlebih lagi ketika lawan tidak siap. Lacazette dapat pula memberikan assist bandar togel singapore dalam memanjakan gol Aubameyang.

Pujian Bagi Gareth Bale

Pelatih dari Real Madrid ZinedineZidane mungkin kurang menyukainya, walaupun dirinya gagal memberikan keyakinan pada banyak orang bahwa hal yang dilakukannya pada Bale sama sekali tidak personal. Akan tetapi para fans di AS tentu menyukainya. Mereka meneriakkan nama Bale saat Bale kembali ke tim setelah sebelumnya tidak muncul pada pertandingan yang berhadapan dengan Bayern Munchen.

Bale pada akhirnya main di babak ke dua serta menerima perintah dari staf pelatih.Kemudian pada menit krusial Bale mampu membuat gol untuk Madrid.Para fansnya jelas sangat mengapresiasi upaya Bale tersebut. Pada babak penalti Bale ikut andil menendang bola akan tetapi belum mampu mencetak gol. Dirinya belum bisa mengeksekusi bola dengan baik. Untuk musim panas ini Bale belum tahu akan ikut bertanding lagi atau tidak.

Cedera Salah di Final Champions, Fans Indonesia Bakal Gelar Aksi Bela

Final Liga Champions 2018 sudah selesai digelar dengan kemenangan Real Madrid atas Liverpool lewat skor 3-1. Kebahagiaan jelas dirasakan Madrid, tapi mendung duka kini bergelayut di markas Liverpool. Pemain bintang mereka yang begitu tampil moncer sepanjang musim 2017/2018, Mohamed Salah, kini justru tengah dirundung duka. Ya, cedera dalam partai puncak Domino Qiu Qiu itu membuat Salah hanya bisa tampil selama 31 menit.

Pemuda Mesir berusia 25 tahun itu dilaporkan mengalami cedera dislokasi bahu karena terjatuh kala berebut bola dengan Sergio Ramos. Cedera Salah ini akhirnya membuat spekulasi muncul bahwa Ramos memang sengaja ingin melukai top skorer Premier League 2018 itu. Bahkan sebuah video mengungkapkan trik licik kapten Madrid itu dengan sempat merangkul Salah sebelum jatuh. Tidak adanya hukuman untuk Ramos dari wasit Milorad Mazic semakin membuat fans Salah murka.

Tak main-main, dilaporkan bahwa sekitar 500 orang akan ikut serta dalam aksi Indonesia bela Salah di depan Kedutaan Besar Spanyol hari Kamis (31/5) esok, seperti dilansir CNN Indonesia. Mohammad Dendi Budiman yang mengaku sebagai anggota Big Reds Indonesia menyebut aksi ini sebagai dukungan saudara sesama Muslim yang teraniaya. Namun Aditya Mahendra selaku VP Commercial & Communication BIGREDS yang merupakan komunitas penggemar Liverpool di Indonesia menegaskan jika pihaknya tidak ikut serta dalam aksi bela Salah. Aditya pun membantah jika Dendi masuk dalam keanggotaan kelompoknya.

Sementara itu Juergen Klopp sang manajer Liverpool justru menilai jika Salah tak bisa bermain untuk timnas Mesir di Piala Dunia 2018. Berbeda dengan Klopp, Federasi Sepakbola Mesir (EFA) lebih optimis. Hal senada juga diungkapkan Khaled Abd El-aziz selaku Menpora Mesir yang menyebutkan jika Salah butuh waktu perawatan dua minggu di Liverpool untuk pulih sebelum akhirnya ikut pemusatan timnas Mesir di Italia. Mesir akan ada di grup A dalam Piala Dunia 2018 bersama tuan rumah Rusia, Arab Saudi dan Uruguay. Laga pertama Mesir akan berlangsung pada 15 Juni 2018 melawan Uruguay, seperti dilansir Reuters.

 

Sergio Ramos Dituntut Rp 16,3 Triliun

 

Demi mendapatkan pemulihan yang lebih cepat atas cedera bahunya, Salah dikabarkan siap pergi ke Spanyol. Namun tetap saja, masih banyak orang yang begitu geram kepada Ramos. Salah satunya diungkapkan oleh Bassem Wahba selaku pengacara asal Mesir. Wahba disebutkan siap melayangkan tuntutan ke Ramos sebesar satu miliar euro (sekitar Rp 16,3 triliun).

Wahba menilai kalau Ramos sengaja melukai Salah dan harus bertanggung jawab atas cedera bahu itu. Wahba juga berpendapat jika Ramos mengganggu psikologis masyarakat Mesir yang kini dirundung kekhawatiran sang idola tak bisa tampil di Piala Dunia. Meskipun pada akhirnya, Salah tetap optimis bisa tampil di Rusia.

 

Ratusan Ribu Orang Desak Agar Ramos Dihukum UEFA-FIFA

 

Sebuah petisi online di change.org yang diawali oleh Mohamed Salah Abdel-Hakeem sudah berhasil mengumpulkan hampir 300 ribu orang yang meminta Ramos dihukum oleh UEFA-FIFA. Lepas dari itu, dukungan lain diuraikan oleh Abdel Fattah el-Sisi selaku Presiden Mesir. Lewat akun Twitternya, el-Sisi mengaku sudah menghubungi Salah langsung usai cedera mengerikan itu dan memberikan semangat agar Salah bisa tampil bagus di turnamen berikutnya. Mendapatkan banyak dukungan, Salah pun menegaskan bahwa dirinya yakin bisa pulih tepat waktu dan membela timnas Mesir.

Jurgen Klopp Harapkan Emre Can Selesaikan Kontrak Liverpool

Isu tentan Emre Can yang akan diambil oleh Juventus terus berkembang. Hal ini membuat Jurgen Klopp juga ikut berbicara.Jurgen Klopp mengatakan dia tidak memiliki masalah dengan Emre Can untuk menyelesaikan kontrak Liverpool-nya. Dia juga menegaskan bahwa gelandang tersebut tidak akan pergi ke klub manapun selama bursa transfer Januari ini. Sepertinya, yang dikatakan oleh Klopp benar adanya. Hingga jendela transfer akan segera tutup, Can masih bersama di Liverpool.

Tolak Tawaran Juventus

Kontrak Can dengan Liverpool akan habis pada 30 Juni nanti. Ini berarti pemain berusia 24 tahun itu bebas menandatangani kontrak pra kontrak dengan klub manapun termasuk klub di luar Premier League seperti klub Serie-A Italia, Juventus.Direktur Jenderal Juventus, Giuseppe Marotta mengatakan, klub juara Serie A itu mencoba “semua yang mereka bisa” untuk bisa menandatangani Emre Can dari Liverpool.Namun, usaha si Nyonya Tua sepertinya belum menuai hasil yang diinginkan.

Juventus sudah berusaha cukup keras untuk mendatangkan Emre Can. Namun, Can belum memberikan respon atau jawaban atas saran tersebut. Bahkan, terdapat kabar jika Can akan segera memiliki diskusi dengan Liverpool untuk membahas masa depannya di klub Inggris tersebut. Juventus sendiri tetap memberikan respek dan penghormatan terhadap apa yang diinginkan dan diputuskan pemain asal Jerman tersebut. Namun, tawaran mereka tetap sama pada Can.

Di sini, kesabaran Juventus untuk mendatangkan Can bisa dilihat.Ya, sebelumnya Can juga mengatakan bahwa dirinya belum menandatangani kontrak apapun dengan klub manapun.Artinya, dia masih bebas dan belum terikat dengan Juventus termasuk juga belum ada kesepakatan dengan Liverpool.Kabarnya, pemain internasional Jerman tersebut mencapai jalan buntu dengan Liverpool selama negosiasi sebelumnya.The Reds enggan untuk mematahkan preseden klub mereka dan memasukkan klausul buy-out ke dalam kesepakatan baru.

Klopp Yakinkan Emre Can Tetap Bertahan

Klopp bersikeras bahwa pemain internasional asal Jerman, Emre Can tidak akan meninggalkan Anfield sebelum akhir bursa transfer Januari, bahkan jika itu berarti Liverpool akan kehilangan pemain tersebut dalam status bebas pada akhir musim. Menurut Klopp, Can akan tetap tinggal di Liverpool hingga masa kontraknya habis. Dia juga mengatakan; ”Emre masih anak muda tapi ia telah berkembang menjadi pemain hebat dan sangat penting bagi kita.”

Klopp melanjutkan; “Kadang pemain hanya ingin duduk di luar (melepas) kontraknya.Itu tidak baik bagi klub, tapi ada saat dimana Anda harus menerimanya.””Dan selama pemain poker online berperilaku seperti Emre, maka saya sama sekali tidak perlu mengeluh.Dia memberikan semua yang dia miliki,” tambah Klopp. Tapi, Can juga tidak menutup kemungkinan jika setelah ini dia akan hijrah ke klub lain. Namun, selama kontraknya belum habis, dia akan membela Liverpool.

Pihak Emre Can mengatakan jika dirinya masih dalam pembicaraan dengan beberapa pihak.”Agen saya melakukan segalanya tapi saya di sini sampai musim panas, saya belum menandatangani apapun dengan siapapun,” katanya.”Saya berbicara dengan semua orang, tentu saja saya berbicara dengan Liverpool, mengapa tidak?Saya masih memiliki kontrak di sini.Ini adalah klub yang menakjubkan.Apa yang bisa, saya katakan, Agen saya melakukan sisanya.”

Jadi, bisa dipastikan Emre Can akan tetap bertahan dan membela Liverpool hingga kontraknya habis pada bulan Juni nanti. Setelah itu, dia bisa mengikuti kata hatinya dan demi karir masa depannya yang cemerlang. Bukan tidak mungkin jika setelah itu, dia memilih Juventus atau bisa juga klub lain yang membutuhkan jasanya. Selama ini, cukup banyak klub yang inginkan Can.

Berbeda dari Bonek, Andik Vermansyah Mengaku Kangen Persebaya

Andik Vermansyah mengakui bahwa ia sangat rindu dengan kesebelasan Persebaya. Ia juga berharap bisa kembali mengenakan seragam Persebaya. Akan tetapi impian dan kerinduannya itu nampaknya sulit untuk diobati karena manajemen Bajul Ijo telah menegaskan bahwa mereka tak sanggup merekrut mantan pemain dari Selangor FA itu.

“Saya Kangen Persebaya”

Andik sempat memberikan komentarnya soal ini ketika dirinya ditemui di Lapangan KONI Jatim, Surabaya, pada hari Senin (22/1) kemarin setelah dirinya berlatih. “Saya lihat di TV, saya kangen sekali berkostum Persebaya. Saya kangen sekali teriakan dari Bonek. Mereka teriak “Andik” begitu. Selain itu, kalian pastinya sudah tahu bagaimana hati saya pada Persebaya. Cuma satu, ya Persebaya,” ujarnya.

Andik sendiri memang ada rencana untuk bermain kembali di Indonesia usai kontraknya dengan Selangor FA tak ia perpanjang. Ia bahkan juga sudah menolak tawaran dari klub Malaysia dan Thailand hanya untuk bisa kembali berseragam Bajul Ijo.

Komunikasi Tak Berjalan Baik

Akan tetapi yang disayangkan adalah komunikasi antara manajemen dan Andik yang kurang begitu baik. Pasalnya dikabarkan bahwa komunikasi mereka tak berjalan lancar. Kedua belah pihai diberitakan terlibat deadlock ketika membahas soal gaji Andik. Winger yang sudah menjadi langganan Timnas Indonesia itu pasalnya mencoba untuk memberikan patokan harga akan tetapi masih juga belum berbalas.

Manajemen dari Persebaya pasalnya memilih untuk langsung bertatap muka dengan Andik ketimbang membicarakan perihal gaji lewat telepon saja. Sementara itu Andik berharap ia mendapatakn tawaran harga sebelum menggelar sebuah pertemuan. Namun sayang sekali pertemuan antara Persebaya dan Andik urung terwujud juga. Persebaya sudah menegaskan bahwa mereka tidak melakukan perubahan harga dari yang semula untuk Andik. Bisa dikatakan memang agak alot antara Persebaya dan pihak dari Andik.

“Demi kepentingan tim Dewa poker yang mana lebih besar, untuk tahun 2018 ini saya memutuskan untuk tidak lagi mengharapkan Andik untuk bergabung di Persebaya. Walaupun memang itu sebenarnya adalah keinginan awal dari tim juga harapan besar dari para penggemar serta keinginan dari Andik sendiri,” ungkap Azrul Ananda yang dikutip dari CNN Indonesia.

Andik akhirnya merespons pernyataan yang dikeluarkan oleh manajem Persebaya tersebut dengan lapang dada. Sekarang ini winger berusia 26 tahun tersebut lebuh lebih realistis dengan mencari peluang bergabung dengan klub-klub lokal yang lainnya. Digadang-gadang Madura United lah yang disebut-sebut sebagai kandidat terkuat klub yang menginginkan pemain jebolan PON Jatim tersebut.

“Ya saya mesti cari klub yang lainnya. Karena saya udah nolak tawaran dari luar negeri banyak jadi saya membuka peluang untuk bisa main di Indonesia,” pungkasnya.

Bonek Mengaku Persebaya Baik-Baik Saja

Bonek, kelompok suporter Persebaya Surabaya menyayangkan keputusan yang diambil oleh manajemen Bajul Ijo karena tak jadi memulangkan Andik. Padahal pada awalnya manajemen mengaku sangat ingin melalukan hal itu. Kendati demikian, Tubagus Dadang Kosasih, koordinator Bonek percaya bahwa Persebaya akan baik-baik saja dengan atau tanpa Andik.

Ia malah menyinggung adanya pemain lainnya yang hadir di Persebaya. “Ya Alhamdulilah dengan masuknya Feri Pahabol mainnya lebih on fire. Dengan adanya pemain seperti Irfan Jaya, Rendy Irawan Saputra ya sebenarnya sudah cukup mewakili tanpa adanya Andik sebenarnya,” tukas Dadang saat dihubungi dengan sambungan telepon hari Senin (22/1) dilansir dari CNN Indonesia. Nampaknya keinginan Andik ini belum dapat bersambut baik untuk sekarang ini.

Rekor Buruk Lionel Messi dalam La Liga

Siapa sangka bahwa pemain sekelas Lionel Messi menjadi pemain di La Liga yang paling sering gagal dalam mengeksekusi penalti musim ini. Ia dianggap tak bisa menaklukkan Diego Lopez dari titik putih yang ada di laga leg pertama babak perempat final Copa del Rey tepatnya pada hari Rabu (17/1).

Kekalahan Karena Messi?

Messi sebenarnya memiliki banyak kesempatan untuk membawa klub Barcelona unggul pada menit ke-62 ketika ia bertindak sebagai eksekutor. Akan tetapi sayangnya tendangan Messi ke sisi kiri gawang masih berhasil ditepis oleh Diego Lopez bahkan sangat sempurna.

Dilansir dari CNN Indonesia, kegagalan Messi untuk mengeksekusi penalti ini terpaksa membuat dirinya menjadi pemain yang paling sering mengalami kegagalan mengeksekusi penalti di musim ini. Tercatat dirinya sudah sebanyak 3 kali gagal menjalankan tugas yang diembannya sebagai eksekutor penalti di musim ini dari 6 buah kesempatan yang didapatkannya. Dan yang lebih menarik adalah lagi-lagi Diego Lopez mampu membendung tendangan maut dari sang mega bintang itu. Tercatat Lopez sudah 2 kali berhasil menggagalkan usaha Messi menjebol gawangnya.

Dilansir juga dari CNN Indonesia, secara keseluruhan presentase keberhasilan Messi dalam mengeksekusi tendangan penaltinya bisa dikatakan tidak terlalu bagus. Messi telah gagal sebanyak 21 kali dalam perannya menjadi eksekutor gadis poker dari 86 buah kesempatan yang dimilikinya. Itu artinya presentase keberhasilannya hanya sekitar 75,5% saja.

Kegagalan penalti yang ia dapatkan ini makin terasa sangat menyakitkan karena menjelang 2 menit sebelum laga bubar, tim lawannya, Espanyol berhasil menyarangkan sebuah buah gol. Ia lah Oscar Melendo yang berhasil membobol gawang Barcelona dan bisa mengakhiri pertandingan dengan skor 0-1.

Messi Gagal Mengeksekusi

Hal ini sangat mengejutkan bagi fans sepak bola khususnya fans dari Barcelona. Mereka tunduk di kandang lawannya, Espanyol dengan skor 0-1. Seperti yang sudah disebutkan bahwa seharusnya Lionel Messi bisa memanfaatkan kesempatan mencetak gol penalti pada menit ke-63. Namun tembakannya digagalkan oleh Lopez, sang kiper dari Espanyol.

Ada hal yang menarik selanjutnya yakni Barcelona mengalami kekalahan pertama dalam 29 pertandingan pada musim ini. Sebelumnya mereka cuma kalah dalam ajang Piala Super Spanyol dan saat itu dikalahkan oleh Real Madrid. Namun lain halnya dengan Espanyol. Kemenangan ini adalah kali pertamanya sejak tahun 2009 ketika mereka menang dengan skor 2-1 tepatnya di Camp Nou.

Sebenarnya di laga ini Barcelona biaa dikatakan tampil dominan. Nyatanya menurut pengamatan mereka berhasil menguasai bola sampai 72% dan juga melakukan 16 buah tembakan di mana 4 di antaranya terarah. Espanyol sendiri melakukan 11 buah tembakan dengan 4 yang terarah.

Ernesto Valverde, pelatih Barcelona,  menjadikan Messi sebagai seorang starter. Akan tetapi Luiz Suarez cuma masuk sebagai seorang pemain pengganti. Meskipun mereka kalah, mereka masih mempunyai kesempatan atau peluang untuk bisa lolos ke semifinal. Mereka setelah ini bakal menjamu Espanyol pada laga kedua di tanggal 25 Januari mendatang.

Tentu saja setelah ini para pendukung klub Barcelona berharap Messi bisa tampil lebih memukau dan bisa menjalankan tugasnya degan baik. Para pecinta olahraga mengaku bahwa mereka ingin Messi tak lagi gagal dalam mengeksekusi bola penalti yang sudah jelas di depan matanya. Namun apakah harapan ini bisa menjadi nyata? Kita lihat saja pada laga Barcelona selanjutnya, apakah Messi mampu memperbaiki image nya itu.

Sergio Aguero Ingin Tetap Bertahan di Manchester City

Sergio Aguero, bintang klub raksasa Manchester City mengaku bahwa dirinya merasa betah bernaung di klub itu. Ia juga menyatakan spekulasi masa depan soal dirinya yang bergantung kepada keputusan dari klub.

Manchester City Setuju Lepas Aguero dengan Syarat

Sebelumnya diberitakan bahwa kehadiran dari Pep Guardiola ke klub Manchester City sendiri menggoyahkan posisi Aguero sebagai striker. Bahkan akhir Desember 2017 lalu sempat diberitakan bahwa pemain timnas Argentina ini sudah mengantongi restu apabila ingin berpindah ke Real Madrid. Namun ada syarat yang harus dipenuhinya.

Real Madrid pada bulan Desember 2017 lalu diberitakan membutuhkan pemain depan yang baru yang mana sudah mapan. Tujuan dari ini adalah untuk bisa menggantikan posisi Karim Benzema yang mana performanya dianggap terus saja menurun akhir-akhir ini. Dan dilansir dari Bolalob, Pep Guardiola tidak keberatan jika memang pihaknya harus melepaskan salah satu striker Togel online yang paling baik di klubnya itu. Ia bahkan mengaku bahwa ia akan memberikan striker 29 tahun itu ke Madrid asalkan Keylor Navas sang kiper mau pindah ke City.

Seperti yang sudah diketahui Navas tampil sangat memukau untuk Timnas Costa Rica pada Piala Dunia 2014 yang lalu. Dan akhir-akhir ini ia bisa membawa Real Madrid menjadi juara Liga Champions. Tetapi ia bakal dijual oleh Madrid setelah sang Pelatih Zinedine Zidane mengincar kiper yang lainnya yakni Kepa Arizzabalaga, kiper milik Atletico Bilbao. Untuk City, Navas adalah pengganti yang pas untuk Claudio Bravo atau bisa menjadi kiper cadangan bagi Ederson. Nah ia, oleh pihak City, diinginkan untuk ditukar dengan Aguero.

Aguero Ingin Tetap Bertahan

Namun Aguero kembali menunjukkan bahwa dirinya tetap layak untuk masih bisa dipercaya sebagai pencetak gol handal Manchester City di musim ini. Ia sendiri pasalnya sudah berhasil mencetak sebanyak 16 gol, serta perannya bakal kembali terasa sangat penting mengingat Gabriel Jesus sedang mengalami cedera.

Ia sebelumnya sempat diberitakan tak begitu bahagia dengan pola rotasi yang mana dilakukan oleh Guardiola. Akan tetapi mantan pemain dari Atletico Madrid ini menegaskan bahwa dirinya merasa gembira ada di klub itu. “Saya masih ada kontral sampai tahun 2020. Dan sejujurnya saya ingun melakukan yang terbaik sampai akhir musim dari kemudian melihat juga situasi yang ada,” ungkapnya.

“Akan tetapi sejujurnya rencana saya sendiri adalah tidak berganti klub. Saya merasa sangat bahagia ada di sini. Namun sekali lagi seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa klub yang akan menentukan segalanya. Mereka yang nantinya bakal menyatakan apakah saya harus bertahan atau pergi. Apapun keputusan yang akan saya dapatkan nanti, saya menghormatinya,” imbuhnya lebuh lanjut dilansir dari CNN Indonesia.

Aguero juga mengaku bahwa fokusnya untuk saat ini tidak akan terganggu dengan spekulasi masa depan yang mana tengah beredar. Ia mengaku bahwa dirinya hanya fokus kepada trofi untuk Manchester City sebelum dirinya berlaga pada Piala Dunia. Ia mengaku ingin menyelesaikan musim ini dengan cara yang terbaik. “Saya ingin menyelesaikan musim ini dengan cara yang terbaik. Tentu saja dengan trofi. Karena kami di Manchester City selalu mengawali musim dengan suatu harapan bahwa kami akan mengakhirinya dengan membawa sesuatu (trofi),” tukasnya.

Setelah sukses dengan Manchester City, Aguero sendiri berharap bisa jadi bagian tersukses untuk Argentina di Piala Dunia. Hal ini lah yang Aguero harapkan untuknya dan klub yang masih dinaunginya sekarang.