Atletico Madrid Kalah di Babak 16 Besar Liga Champions

Kekalahan Atletico Madrid menghadapi Chelsea pada ajang Liga Champions sepertinya menjadi beban tersendiri untuk klub. Meskipun strategi yang digunakan mendominasi untuk pertahanan tetapi tetap saja Chelsea berhasil mengalahkan Atletico dengan skor yang sangat tipis, 1 – 0. Pertandingan ini dilaksanakan di Stadion Arena Nationala, Bukares, Rumania. Pertandingan ini sontak menjadi pertandingan yang harus banyak dievaluasi termasuk untuk pelatih yang memiliki banyak PR untuk pertandingan berikutnya.

Atletico Madrid Sudah Terapkan Ultra Pertahanan

Skor 0 -1 untuk kekalahan Atletico menjadi beban tersendiri bagi Dieog Simeone. Dalam perencanaannya, dia sudah menurunkan strategi 3 – 4 – 2 -1, namun saat pertandingan terus berjalan dan melihat sisi pertahanan kewalahan maka strategi pun kemudian diubah menjadi 6 – 3 – 1. Dengan kondisi pertahanan yang dijaga 6 pemain tentu akan merepotkan Chelsea. Strategi ini pun bertahan hingga babak pertama berakhir tanpa goal diantara dua tim. Sepertinya, Simeone berhasil untuk menerapkan strategi seperti ini di dalam pertandingan melawan klub raksasa.

Bisa dikatakan, sistem parker bus sudah diterapkan oleh Simeone pada laga Atletico Madrid melawan Chelsea. Simeone situs pragmatic paling gacor hanya menempatkan Luis Suarez di depan sendirian dan tiga pemain gelandang di depan pemain bertahan. Sedangkan pemain bertahan yang menjadi dinding sebelum gawang berjumlah banyak, yaitu enam orang bek untuk menjaga pertahanan dari serangan serangan lawan yang dikenal mematikan. Terbukti, ini mampu meredam penyerangan yang dilakukan oleh musuh dan mampu membuat Chelsea kelelahan

Berbagai serangan dilakukan oleh Chelsea namun belum juga bisa menghancurkan pertahanan yang dibuat oleh tim Atletico. Sepertinya ini akan membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa tercipta goal. Apalagi Atletico madrid sepertinya tidak berniat untuk menyerang dan menunggu keajaiban saja untuk bisa mendapatkan goal dari seorang pemain seperti luis suarez di depan tanpa ada teman untuk melakukan penyerangan. Strategi semacam ini banyak yang menyayangkan tapi Simeone tampaknya berpikir ini adalah jalan terbaik.

Chelsea Berhasil Taklukan Atletico Madrid

Meskipun ultra pertahanan terus diterapkan di babak kedua, akan tetapi Giroud berhasil mendapatkan kesempatan untuk menciptakan goal. Ada peluang melalui bola liar yang ada di udara, kesempatan ini digunakan oleh pemain yang berasal dari Perancis tersebut untuk melompat. Tak hanya melompat, dirinya melakukan saldo dan menjadikan bola meluncur ke bagian pojok kanan gawang. Jan Oblak sepertinya tidak siap sehingga dirinya tak mampu menahan arah bola dan goal pun tercipta dengan sangat cantik.

Ada keraguan dari pihak wasit dan menyangkan bahwa itu adalah bola offside. VAR dicek dan diperiksa dengan teliti bagaimana posisi Giroud saat melakukan salto. Ternyata dengan memeriksa VAR, goal yang diciptakan oleh Giroud adalah bola onside dan goal pun tercipta secara legar. Satu skor untuk Chelsea di papan skor. Atletico mulai merasa gemetar dan mencoba untuk melakukan penyerangan untuk mampu menyamakan kedudukan di dalam pertandingan ini.

Tidak ada goal lagi yang tercipta baik dari tim Chelsea maupun dari tim Atletico madrid. Dengan hasil 1 – 0 untuk kemenangan Chelsea, dan untuk kekalahan Atletico maka di leg kedua nanti tidak ada harapan lagi untuk tim Luis Suarez dan kawan kawan untuk masuk ke perempat final. Ini karena leg kedua akan menjadikan Chelsea sebagai tuan rumah. Rencananya, leg kedua akan dilaksanakan pada tanggal 17 Maret mendatang. Chelsea sepertinya akan menjalani pertandingan mulus karena memiliki modal kemenangan juga goal tandang dengan poin penuh.