Rizieq: Antara Denda Rp. 50 Juta Dan Dugaan Hasutan

Polda Metro Jaya akhirnya melakukan penahanan resmi pada pimpinan Front Pembela Islam atau FPI yaitu Muhammad Rizieq Shihab selama 20 hari kedepan, yang terhitung sejak hari Sabtu (12/12) kemarin. Rizieq sendiri ditahan sebagai tersangka dari penghasutan dan juga pelanggaran protokol kesehatan.

Rizieq Ditangkap Polisi Dan Resmi Jadi Tersangka 

Pria yang kerap disapa sebagai Habib Rizieq Shihab itu dijerat pasal 160 KUHP soal penghasutan dan juga pasal 266 KUHP. Ancaman yang dihadapinya sekarang ini adalah hukuman maksimal 6 tahun penjara. Menyikapi berita dan juga ancaman ini, pihak Rizieq dan khususnya FPI sendiri tidak habis pikir.

Sugito Atmo Prawiro selaku ketua bantuan hukum FPI menilai bahwa wa ke kepolisian terlalu memaksakan kehendak karena jerat untuk pentolan FPI tersebut berbeda dengan sangkaan pada lima tersangka yang lainnya dalam kasus kerumunan yang terjadi di acara penyambutan Habib Rizieq yang pulang ke tanah air di Petamburan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Sementara itu pakar hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Muzakir, sebenarnya juga mempertanyakan Apa motif kepolisian yang menjerat Habib Rizieq Shihab dengan dua Pasal itu. Bahkan dirinya juga menilai bahwa 2 Pasal itu merupakan pasal “pesanan.” 

“tiba-tiba dalam konteks kerumunan massa Di mana letak perbuatan fisik yang berkaitan dengan pasal 160?” Ungkap Muzakir, dilansir dari CNN Indonesia pada hari Senin (14/12).

Muzakir juga menjelaskan bahwa pasal 160 KUHP memiliki inti bahwa tindakan provokasi ataupun menggerakan orang untuk berbuat jahat. Dan menurutnya kepolisian mesti membuktikan lebih dulu kejahatan mana yang disangkakan tersebut. Dirinya juga mempertanyakan soal pemeriksaan kasus kerumunan massa dengan menyertakan Pasal penghasutan itu karena menurut dirinya tak ada unsur kejahatan ataupun ajakan yang disangkalkan.

“Kalau terkait dengan pemeriksaan kerumunan massa Di mana letak dia memprovokasi orang untuk berbuat jahat, melakukan perbuatan pidana,” ungkap Muzakir.

Dia juga sebenarnya sepakat dengan pernyataan bandar togel hk Sugito yang mana menyebutkan bahwasanya kepolisian memaksakan kehendak untuk bisa menjerat pimpinan FPI itu. Lebih-lebih menurutnya Apabila kasus kerumunan massa itu menyangkut dengan pasal 3 93 undang-undang kekarantinaan. Dia juga berkata bahwa apabila tentang kasus yang menyeret Rizieq berkaitan dengan pelanggaran kerumunan massa di tengah-tengah pada mikroskop mana ini Maka hal itu sudah tidak bisa ditindaklanjuti. Karena menurutnya dalam perkara tersebut Rizieq telah membayar denda pada pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Rizieq Telah Membayar Denda, Kenapa Masih Ditahan?

Diketahui Rizieq telah membayar denda sebanyak 50 juta pada pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena melanggar ketentuan mengumpulkan massa ketika PSBB Jakarta sedang berlangsung. “ kalau sudah bayar denda, menurut saya, perkara itu sudah selesai. Kalau masih diproses lagi namanya dalam bahasa hukum ne bis in idem, yang artinya satu perkara yang sudah selesai dan diselesaikan, itu diproses kembali, itu namanya satu perbuatan dilakukan dengan dua pelanggaran hukum padahal Teorinya tidak boleh,” katanya lagi.

Muzakir pun sudah mempertanyakan motif kepolisian yang mana menjerat Rizieq menggunakan pasal-pasal itu bahkan dirinya juga curiga bahwa polisi Kak memahami aturan-aturan hukum yang berlaku. 

“Kita pertanyaan pokoknya di situ. Kalau polisi tidak memahami hukum seperti itu, tiba-tiba saja memaksakan diri, ini motifnya apa polisi itu?”  Sampai sekarang pihak FPI masih mengupayakan supaya penahanan Habib Rizieq Shihab bisa ditangguhkan karena tuduhan nya tidak bisa diterima.