Trump Bakal Akui Golan Jadi Wilayah Milik Israel Setelah Bertemu Netanyahu

Presiden Amerika Serikat yang penuh dengan kontroversi dikabarkan bakal segera menandatangani perintah yang isinya pengakuan Amerika Serikat terhadap kedaulatan Israel atas Daratan Tinggi Golan ketika bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Senin ini (25/3) di Washington.

“Bersama kehadiran PM Netanyahu, Presiden Trump akan menandatangani perintah Bandar Bola yang isinya pengakuan kedaulatan Israel atas Daratan Tinggi Golan besok,” kata Menteri Luar Negeri Israel, Yisreal Katz, pada hari Minggu (24/3) kemarin, lewat Twitter pribadinya.

Penuh Kecaman dan Kontroversi Sebelumnya

Namun sebelumnya, Suriah dan juga beberapa Negara di Timur Tengah yang lainnya mengeluarkan kecaman mereka terhadap rencana Trump mengakui Daratan Tinggi Golan sebagai wilayah dari Israel. Mereka juga menganggap bahwa hal itu melanggar hokum internasional.

Israel pasalnya mencaplok Daratan Tinggi Golan dari Suriah di dalam Perang Enam Hari di tahun 1967 silam. Mereka menganeksasi Daratan Tinggi Golan praktis pada tahun 1981. Ini merupakan sebuah langkah yang tidak pernah diakui komunitas internasional.

Dikutip dari CNN Indoneisa, pada hari Jumat (22/3) dunia tak mengakui pencaplokan Israel ini atas Daratan Tinggi Golan. Hal ini dikarenakan mereka menyatakan hal tersebut illegal di dalam hokum internasional. “Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) amat sangat jelas mengatakan bahwa Daratan Tinggi Golan merupakan wilayah Suriah. Dan aspek paling awal di dalam resolusi 2254 adalah pengakuan wilayah Suriah,” kata Geir Pedersen, Perwakilan Khusus PBB untuk Suriah.

Misi dari Netanyahu?

yang cukup diuntungkan oleh pernyataan dari Presiden Trump adalah PM Israel, Benjamin Netanyahu. Hal ini dikarenakan ia diisukan sudah lama sekali mendesak AS untuk mengakui Daratan Tinggi Golan sebagai wilayah Israel.  Apalagi, ia juga disebut tengah menghadapi pemilihan umum.  Namun pernyataan ini disebutkan sebelum Trump bertemu dengan Netanyahu.

Lalu Netanyahu membalas cuitan Trump dengan menyatakan terima kasihnya terhadap Daratan Tinggi Golan. ”Saat Iran hendak menggunakan Suriah sebagai basis untuk menyerang Israel, Presiden Trump secara meyakinkan mengakui kedaulatan Israel atas Daratan Tinggi Golan. Terima kasih Presiden Trump,” begitu lah balasan cuitan Netanyahu.

Netanyahu disebut-sebut sudah lama mendorong AS sendiri mengakui Daratan Tinggi Golan sebagai wilayahnya. Kemudian hari Jumat (22/3) lalu, akhirnya Trump mengumumkan rencananya itu lewat akun Twitternya. “Setekah 52 tahun kini saatnya untuk Amerika Serikat mengakui kedaulatan Israel atas Daratan Tinggi Golan, yang mana sangat penting untuk strategi dan keamanan Israel dan juga kestabilan kawasan,” kicaunya lewat akun Twitter pribadinya.

Netanyahu juga dikabarkan langsung menelpon Presiden Trump guna mengapresiasi langkah sekutunya tersebut. Ia menganggap bahwa Trump sudah menciptakan sejarah dan juga menyebut rencana tersebut sebagai “mukjizat Hari Purim” atau disebut juga sebagai hari besar umat Yahudi.

Sejumlah analis menggap bahwa langkap Trump ini sebagai hadiah kampanye untuk Netanyahu yang sedang bertarung mempertahankan kursi PM di dalam pemilihan umum tanggal 9 April mendatang.

Namun demikian, tetap saja langkah Trump ini dikritik dalam negerinya juga. Sebut saja, Leon Panetta, mantan Menteri Pertahanan AS, menyatakan bahwa sikap Trump ini lebih condong bersifat politis ketimbang memberikan dampak pada strategi global AS.

“Sulit untuk tak memisahkan keduanya. Presiden sudah sangat jelas menunjukkan dukungannya pada Netanyahu,” ungkap Panette dikutip dari CNN Indonesia.

Sampai saat ini masih banyak yang beranggapan bahwa Netanyahu memang sedang berusaha mempertahankan kursinya dengan cara ini.