Meningkatkan Literasi Melalui Buku Digital Di Bandung

Meningkatkan Literasi Melalui Buku Digital Di Bandung

Meningkatkan Literasi Melalui Buku Digital Di Bandung, Upaya peningkatan budaya literasi masyarakat, Kabupaten Bandung membangun sebuah taman perpustakaan. Berbeda dengan perpustakaan pada umumnya, buku di perpustakaan ini menggunakan prinsip digital. Taman ini dibangun atas kerjasama antara Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) dan Dinas Perpustakaan setempat. Perpustakaan yang letaknya di taman dikelilingi oleh rimbunnya pohon dengan setiap pojok terdapat 4 rak buku.

Inovasi untuk meningkatkan minat baca

Kini, era globalisasi dengan kemajuan teknologi Bandung mempunyai inovasi untuk meningkatkan minat baca masyarakatnya. Taman perpustakaan dengan konsep buku digital mengharuskan masyarakat yang ingin menjajalnya perlu membawa ponsel pintar. Gawai ini berguna untuk memindai barcode yang ada di rak buku. Para pengguna yang ingin menjajalnya perlu mengunduh aplikasi Elfan Booklibrary di Google Play Store. Apabila aplikasi telah diunduh, maka tinggal membuka aplikasi, kemudian buka kamera gawai ke barcode yang ada di rak. Ketersediaan buku digital ini beraneka macam, mulai dari soal anak hingga buku dewasa.

Selain untuk tempat perpustakaan, taman ini juga berfungsi seperti pada taman umumnya, warga bisa bebas berswafoto, duduk di sekitar taman, bermain ular tangga. Bagi warga yang ingin mengenalkan kepada anak mereka untuk suka membaca dengan menyenangkan bisa mengajaknya ke taman ini. Taman perpustakaan diperindah dengan tampilan gambar tuts piano yang berwarna hitam putih.

Kedisperkimtan Kabupaten Bandung, Erwin Rinaldi menjelaskan bahwa konsep taman seperti itu berguna sebagai ruang publik bagi warga bandung. Pembuatan ruang publik juga dimaksudkan untuk meningkatkan literasi. Menurut penuturannya, dengan kehadiran taman itu dapat menjadikan nyaman untuk kegiatan literaasi bagi warganya. Salah satu cara cepat untuk meningkatkan literasi bisa dengan bermain. Kolaborasi antara literasi dan bermain diharapkan mampu menggait banyak warga untuk menubuhkan minat membaca.

Taman Perpustakaan

Menurut penjelasan dari Erwin, kedepannya taman yang sudah ada akan ditambahi fasilitas dengan penyediaan buku dan pojok buku. Taman yang biasanya sebagai ruang publik juga bisa menjadi tempat nyaman untuk menumbuhkan minat literasi terhadap warganya. Hal ini sejalan dengan harapan dari Nia Kurnia Agustina Naser, istri Bupati Bandung yaitu Dadang Naser taman yang berfungsi untuk meningkatkan literasi bagi warga Bandung.

Menurut Nia, kegiatan membaca di taman bisa menjadikan kebiasaan yang menyenangkan. Ruang publik juga bisa bertambah sisi positifnya dengan berbagai ragam kegiatan lainnya yang bisa meningkatkan keterampilan diri. Apabila banyak warga yang berminat dan tertarik datang ke taman ini ke depannya menambah kualitas dari penerus bangsa lebih baik lagi.

Nia juga menjelaskan awal ide taman perpustakaan ini. Konsep ruang publik yang dilengkapi perpustakaan memodifikasi dari berbagai tempat di luar negeri yang memiliki perpustakaan pantai. Karena di Bandung jarang terdpat pantai, maka alam terbuka bisa menjadi solusinya dengan membuka taman perpustakaannya. Peradaban suatu bangsa juga ditentukan dari minatnya literasi di masyarakat. Kebiasaan literasi yang baik bisa menjadikan pola pikir bagi warganya dalam menyikapi suatu masalah yang datang. Inovasi ini perlu dikembangkan dan disebarluaskan supaya semua lapisan masyarakat bisa menikmati sarana ini.

Terobosan yang lainnya dengan membuat literasi model kekinian. Apalagi masyarakat keseluruhan sudah memakai ponsel pintar, untuk memudahkan memilih dan membaca buku dimana saja bisa langsung dengan memindai barcode yang ditempel di setiap rak di taman. Hal ini, diharapkan bisa menjadi contoh dan dibangun untuk kecamatan yang ada di Bandung maupun di daerah-daerah Indonesia demi menunjang ketertarikan masyarakat pada literasi.