Diplomat AS yang diusir Mulai Meninggalkan Rusia

Kloter pertama dari sebanyak 60 orang diplomat Amerika Serikat yang sebelumnya diusir oleh Rusia hari ini, Kamis (5/4) mulai meninggalkan Moskow. Dilansir dari CNN Indonesia, ada puluhan diplomat dan juga keluarganya yang meninggalkan kompleks kedutaan besar menggunakan 3 bus dan juga sebuah minibus kira-kira jam 06.30 menuju bandara.

Memulangkan Diplomat Negara-Negara Lain Juga

Pemulangan tersebut dilakukan tepat pada batas akhir yang ditetapkan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin. Tindakan ini sebenarnya adalah wujud balas dendam dari Putin pada Amerika Serikat yang mengusir diplomat Rusia, mengikuti langkah Inggris dalam hal menanggapi insiden peracunan agen togel terpercaya ganda yakni Sergei Skripal, pada Maret lalu di Salisbury.

Skripal dan juga putrinya yang bernama Yulia, ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah bangku di dekat pusat perbelanjaan di Salisbury. Di tubuh Skripal pasalnya ditemukan Novichok, yakni racun kimia yang dikembangkan Soviet di masa Perang Dingin. London menuding bahwa Inggris sebagai dalang di balik peracunan mantan agen Rusia, yakni tindakan yang mana dianggap membahayakan warganya.

Inggris juga mengusir diplomat Rusia di negaranya. Langkah ini lah yang diikuti oleh sejumlah negara anggota UNI Eropa dan juga NATO, sampai totalnya ada 150 diplomat Rusia yang mana diusir dari berbagai penjuru.

Rusia Balas Negara Barat

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Rusia mengusir diplomat dari paling tidak 19 negara yang merupakan aksi balasan terhadap tindakan yang serupa oleh belasan negara sesudah kasus serangan racun pada seorang mantan mata-mata di Inggris.

Laporan yang dilansir dari CNN Indonesia, menyatakan bahwa Moskow, pada hari Jumat tanggal 30 Maret 2018, telah mengusir paling tidak 13 orang diplomat Ukraina, 4 dari Kanada, 4 dari Polandia, 4 lagi dari Jerman, 3 dari Lithuania, 3 dari Ceko, 3 dari Moldova, 2 dari Belanda, 2 dari Denmark, 2 dari Spanyol dan 2 dari Italia.

Selain itu juga ada seorang diplomat dari Finlandia, 1 dari Latvia, 1 dari Swedia, 1 dari Norwegia, 1 lagi dari Rumania, 1 dari Kroasia, dan 1 lagi dari Irlandia. Seorang atase militer dari Estonia juga ikut diusir. Moskow juga pasalnya belum merespon Belgia, Hungaria, Georgia, dan Montenegro terkait tindakan yang terkait kasus Skripal ini.

Ada lebih dari 20 negara yang mengumumkan bakal mengusir diplomat Rusia juga untuk mendukung Inggris. London sendiri dikabarkan menuding Moskow ada di balik serangan racun saraf pada mantan agen dari negara mereka sendiri, Sergei Skripal serta putrinya, Yulia.

Serangkaian aksi pengusiaran ini pasalnya dilakukan sehari sesudah Rusia mengumumkan mengusir 60 orang diplomat AS dan juga akhirnya menutup konsulat di St Petersburg, dan ini dilakukan sebagai balasan langkah yang sama dari Washington.

AS malahan lebih dulu menyatakan bakal mengusir diplomat Rusia dengan jumlah yang sama dan juga menutup konsulat negara itu di Seattle. “Pesan dari Moskow ini tak mengejutkan,” ungkap Heiko Mass, Menteri Luar Negeri Jerman, merespons pengusiran diplomatnya. “Kami tak begitu saja memutuskan mengusir diplomat-diplomat Rusia. reaksi kami pada kasus Skripal diharuskan dan juga pantas sebagai sinyal politik,” tukasnya.

Rusia pun dilaporkan meminta Inggris mengurangi jumlah stafnya di kedutaan besar yang ada di Moskow sampai sama dengan jumlah diplomat Rusia yang mana masih berada di London. Theresa May, Perdana Menteri Inggris juga memerintahkan pengusiran 23 diplomat Rusia tanggal 14 Maret 2018 kemarin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *